Belajar Teknik Pembuatan Karya Desain Grafis

Belajar Teknik Pembuatan Karya Desain Grafis
Belajar Teknik Pembuatan Karya Desain Grafis

Haii Sobat Kali ini saya akan mencoba menjelaskan tuntas mengenai Desain Grafis sampai tuntas, tanpa basa basi mari kita mulai.

A. Karya Grafis


Desain Grafis atau seni grafis adalah suatu bentuk Seni Rupa Terapan yang memberi kebebasan sang perancang atau desainer untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa, seperti illustrasi, foto, dan garis di atas suatu permukaan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Gambar atau tanda yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya seperti gambar atau fotografi. Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan packaging, perfilman, dan lain lain.

Sebagai karya seni rupa yang saat ini berdiri sendiri, seni grafis merupakan bidang yang banyak berpengaruh dalam dunia perniagaan. Bahkan tidak jarang keberhasilan sebuah perniagaan ditentukan oleh keberhasilan perancangan grafis yang baik. Keahlian seorang desainer dalam memadukan aspek-aspek Bahasa verbal dan Bahasa visual menjadi demikian penting. Bahkan tidak sedikit desainer grafis yang menikmati kesuksesan secara material dari karya-karya yang dibuatnya.

Pekerjaan desain grafis melingkupi segala bidang yang membutuhkan penerjemahan Bahasa verbal menjadi perancangan secara visual terhadap teks dan gambar pada berbagai media publikasi guna menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat sebagai komunikan seefektif mungkin. Contoh konkret dalam media publikasi cetak adalah brosur, surat kabar, stiker, sampul CD/DVD atau kaset, dan sebagainya. Maka desainer grafis sesungguhnya dapat bekerja dimana saja, sejauh ia dibutuhkan membuat sebuah tampilan visual

Sebagaimana yang berkembang di Negara-negara Barat, di Indonesia pun seni grafis dan desain grafis berkembang seiring dengan perkembangan dunia penerbitan dan percetakan. Dalam bidang seni grafis, dilakukan berbagai eksperimen atau percobaan dengan menggunakan berbagai media sebagai bentuk pengungkapan ekspresi. Media-media cetakan yang digunakan pun tetap bervariasi mulai dari cetakan kayu,logam (khususnya tembaga dan kuningan), karet, fiber glass, sampai dengan cetakan offset digunakan dalam upaya mendukung gagasan artistic.


B. Teknik Pembuatan Karya Grafis

Desain grafis dan seni grafis adalah cabang seni rupa yang dapat digunakan sebagai karya seni rupa terapan maupun seni murni. Masarakat umum lebih banyak mengenal karya grafis sebagai seni terapan dalam bentuk-bentuk iklan dan advertensi lainnya. Dalam lingkungan karya seni murni, seni grafis tidak lagi begitu banyak dikenal oleh masyarakat luas seperti halnya seni lukis dan seni patung. Bahkan, popularitas seni grafis ini seolah olah tenggelam oleh keagungan dan kebesaran nama seni lukis dan seni patung.

Dunia seni grafis dan desain grafis sangat berkaitan erat dengan dunia percetakan dan publishing. Bidang inilah yang sesungguhnya memunculkan seni grafis dan desain grafis sebagai karya seni terapan di masyarakat. Sejak awal perkembangannya, penggunaan desain grafis dalam percetakan dan penerbitan menjadi hal yang penting, yang kemudian berkembang menjadi cabang seni rupa mandiri.

Proses pembuatan karya grafis, sebagaimana karya seni rupa lainnya, diawali oleh gagasan yang berkembang dari imajinasi dan kretivitas para seniman grafis. Gagasan ini kemudian dituangkan keatas media tertentu sebagai percetakan. Media ini dapat berupa kayu, plat tembaga atau kuningan, sablon, atau plat offset.

Pada media kayu , gagasan tersebut ditorehkan dengan menggunakan pisau sehingga membentuk cetakan (baik cetakan dalam ataupun cetakan tinggi). Teknik cetakan dalan akan menghasilkan bentuk grafis berlatar gelap jika kelak di cetak dengan tinta hitam, sedangkan teknik cetakan tinggi akan menghasilkan bentuk grafis berlatar terang.

Pada media logam tembaga atau kuningan, gagasan tersebut dikembangkan dalam bentuk sketsa. Proses pengerjaannya dilakukan dengan menutup permukaan tembaga atau kuningan tersebut dengan lilin, kemudian menorah lapisan lilin tersebut secara beraturan membentuk objek tertentu. Setelah jadi, lempengan logam ini kemudian direndam larutan asam nitrat (HNO3) sehingga bagian-bagian yang tidak tertutup lilin akan bereaksi dengan asam nitrat dan membentuk cetakan.

Cetakan yang sudah jadi ini kemudian dilumuri tinta dengan kepekatan tertentu yang kemudian dicetakkan ke atas kertas dengan diberi tekanan. Hasil cetakan itulah yang selanjutnya disebut sebagai karya seni grafis, dan bukan cetakannya yang dibuat dengan susah payah. Pada konteks inilah terdapat keunikan karya seni grafis sebagai karya seni rupa. Selama cetakan yang dibuat tidak rusak, seniman grafis dapat membuat dan memperbanyak karya grafisnya sesuai dengan keinginannya.

Teknik sablon, yang dikembangkan kemudian merupakan tekni cetak saring bagi karya desain grafis. Seniman grafis memiliki peluang berkreasi yang lebih luas jika dibandingkan dengan kedua teknik sebelumnya . para seniman dapat bereksperimen dengan warna-warna secara ekspresif. Desain yang dibuat dapat dipecah pecah berdasarkan warnanya dan dicetak secara terpisah.

Teknologi komputer yang muncul menjelang akhir abad ke-20 memberikan peluang baru bagi pengembangan ekspresi dan imajinasi seniman perupa, termasuk seni grafis. Teknik pengolaan digital artwork lebih memberikan kemudahan bagi seniman grafis dalam mengeloa huruf, gambar, serta animasi sesuai dengan kepentingannya. Bahkan, objek-objek grafis ini dapat dimanipulasi secara lebihekspresif dari keadaan sebenarnya.

Teknik offset merupakan teknik cetak yang berkembang menjelang akhir abad ke-20. Teknik ini dikembangkan dengan menggunakan prinsip separasi warna, yakni teknik pembagian warna pada objek menjadi warna-warna cyan( biru), magenta (merah), yellow (kuning), dan black (hitam) yang lazim disingkat CMYK. Berdasarkan pembagian warna inilah kemudian cetakan offset dibuat sehingga memudahkan proses percetakan foto serumit apapun.

Teknik separasi warna ini dapat dengan mudah dikembangkan oleh aplikasi perangkat lunak yang terprogam dalam computer. Aplikasi grafis yang digunakan biasanya adalah Corel Photopaint, Adobe Photoshop, ArcShop Photo Studio, Dan Sebagainya.

Sebagai karya seni rupa terapan, karya seni grafis memiliki dua tujuan, yakni sebgai karya seni sekaligus sebagai media kemunikasi komersial yang dapat melibatkan khalayak banyak. Oleh karena itu. Untuk memahami dan menikmati sebuah karya grafis, sekurang-kurangnya kita harus memahami beberapa aspek berikut:
  • Media apa yang digunakan oleh seniman grafis dalam membuat desain grafisnya? Apakah ia menggunakan teknik-teknik tradisional seperti kayu atau sketsa, teknik sablon, ataukah menggunakan computer? Setiap media yang digunakan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
  • Visi apa yang dikandung dalam karya grafis tersebut? Simbol apa yang digunakan untuk mendukung visi tersebut?
  • Bagaimanakah komposisi atau tipografi desain grafis yang di buatnya?
  • Bagaimanakah bunyi Bahasa yang ditampilkannya?
  • Bagaimanakah kualitas gambar dan warna yang digunakan secara keseluruhan

Cukup sekian Materi yang dapat saya jelaskan, jikalau ada yang kurang boleh comment di kolom komentar
Previous
Next Post »